Address
Jl. H. Nawawi No.77, Ciater, Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310
Wall Cladding atau yang sering disebut sebagai cladding saja adalah material yang ditempelkan di permukaan dinding eksterior bangunan. Dengan kata lain, cladding adalah salah satu bentuk finishing dinding luar hunian, baik kantor ataupun rumah.
Wall Cladding awalnya banyak digunakan di wilayah beriklim sedang, misalnya Australia dan Eropa. Awalnya wall cladding dipasang untuk melindungi bagian dinding luar bangunan dari kerusakan. Cladding dipasang agar dinding tidak mudah rusak jika terkena panas, dingin, atau air hujan.
Fungsi Wall Cladding
Wall cladding bukan hanya berfungsi untuk melindungi bangunan saja. Wall Cladding diterapkan dalam rumah berdesain minimalis dengan fungsi lain seperti:
1. Penopang Struktur Utama
Banyak wall cladding yang dibuat dengan struktur kuat. Cladding bukan hanya ditempelkan pada dinding, tapi dibuat dari pondasi bawah. Cladding jenis ini ternyata juga punya fungsi untuk menopang struktur utama bangunan.
2. Sumber Energi
Masyarakat di negara-negara maju Eropa menggunakan cladding sebagai bahan konstruksi yang multifungsi. Mereka bukan hanya memikirkan nilai estetika bangunan, tapi juga memanfaatkan wall cladding sebagai unit penghasil energi, misalnya panas atau listrik.
Karena itu banyak bangunan di negara maju yang menggunakan material wall cladding khusus. Misalnya mereka menggunakan material metal untuk mengumpulkan energi panas ke dalam rumah. Mereka juga bisa menempelkan panel surya untuk wall cladding.
3. Nilai Estetika
Mayoritas orang menggunakan wall cladding untuk menambah estetika rumah. Wall Cladding bahkan sudah menjadi item wajib dalam desain arsitektur rumah minimalis. Hunian dinilai semakin mewah, berkelas, atau futuristik jika menggunakan cladding yang tepat.
Tipe Wall Cladding
Ada banyak tipe material yang digunakan untuk wall cladding. Semakin lama, inovasi dalam pembuatan wall cladding juga semakin bagus. Berikut ini beberapa jenis material wall cladding yang bisa Anda gunakan untuk hunian.
1. Material Batu Veneer (Stone Veneer)
Tipe ini paling banyak digunakan di Indonesia. Material batu veneer memang cukup tahan panas dan hujan. Material yang solid dan kokoh juga bisa tahan dari terpaan angin kencang. Umumnya jenis batu yang digunakan untuk wall cladding adalah batuan granit.
Batuan ini banyak dihasilkan di daerah gunung berapi Indonesia. Batuan beku ini punya karakteristik warna hitam atau abu-abu pekat. Batuan ini harus dipotong kotak tipis dulu agar bisa diaplikasikan untuk cladding tembok luar rumah.
2. Kayu (Wood Cladding)
Material kayu memberikan kesan rumah yang mewah dan elegan. Wall Cladding dari kayu juga banyak digunakan pada gedung dan restoran dengan konsep “back to nature” atau industrialis. Kayu cladding biasanya dipasang berjajar atau tumpang tindih.
Cladding kayu butuh perawatan yang lebih besar dibandingkan batu granit. Kayu yang Anda pilih haruslah kayu keras yang tahan cuaca seperti ulin atau jati. Jika tidak, maka kayu bisa mudah rusak karena cuaca atau rayap.
Cladding dari kayu juga harus mendapatkan perawatan rutin. Jika cat pernisnya sudah mulai memudar, Anda harus mengulanginya lagi. Tujuannya agar kayu tetap awet terlindungi.
3. Vinyl Wall Cladding
Ada pilihan material lain selain kayu dan batu granit. Wall cladding bisa Anda buat dari material vinyl. Dibandingkan 2 bahan sebelumnya, material ini cenderung dijual dengan harga lebih murah. Vinyl wall cladding diproduksi dari bahan plastik PVC.
Vinyl wall cladding diproduksi secara massal. Tapi ada juga beberapa perusahaan yang menerapkan pembuatan custom sesuai permintaan konsumen. Vinyl wall cladding ini mudah dipotong. Bahan ini nantinya mudah diganti hanya pada bagian yang rusak saja.
Keunggulan lainnya, ada banyak model yang diproduksi dari bahan PVC ini. Mulai dari desain minimalis, natural, industrialis, sampai mewah. Wall cladding dari vinyl juga banyak digunakan untuk mempercantik desain interior ruangan.
4. Metal Wall Cladding
Material dari metal ini umumnya terbuat dari bahan metal (corrugated steel dan aluminium), baja atau aluminium. Material aluminium composite panel (ACP) banyak digunakan pada hunian di wilayah pesisir. Materialnya lebih tahan karat dibandingkan baja biasa. Sedangkan baja banyak digunakan di wilayah daratan.
Kelebihan Penggunaan Cladding
Inilah beberapa kelebihan dari menggunakan cladding pada bangunan:
Bangunan yang dipasangi cladding akan memiliki struktural bangunan yang lebih kuat. Cladding yang terpasang dengan baik bisa melindungi bagian dalam bangunan dari berbagai bentuk materi baik itu padat ataupun cairan. Dengan adanya cladding maka tembok bagian dalam bangunanakan lebih sulit untuk ditembus kelembaban dari luar.
Mudah dalam perawatannya. Cladding bisa membuat bangunan menjadi minim perawatan ataupun renovasi. Cat bagian luar bangunan membutuhkan perawatan yang dilakukan secara rutin agar tidak mudah pudar. Dengan memanfaatkan cladding maka Anda bisa menjaga agar tampilan dari bangunan bisa tetap terlihat menarik dalam waktu yang lama.
Cladding juga bisa memiliki tipe yang beragam sehingga Anda bisa dengan mudah melakukan variasi terhadap tampilan dari rumah Anda dan menyesuaikannya dengan keinginan.
Untuk Anda yang tinggal di daerah dingin maka Anda bisa memanfaatkan cladding sebagai insulator panas yang sangat baik dan membuat suhu dari ruangan Anda tidak banyak berubah dan menciptakan suasana yang nyaman untuk ditinggali.
Pengaplikasian cladding pada bangunan akan memberikan tampilan yang bersetetika tinggi pada bangunan dengan tetap memperhatikan ketahanan terhadap cuaca sehari-hari.
Cepat dalam pengerjaannya dibandingkan dengan penggunaan dinding biasa. Selain itu, dalam proses pengerjaannya lebih bersih, kering dan minimum limbah.
Nah itulah penjelasan tentang Wall Cladding, apakah Anda sudah berminat untuk membeli produk kami dan diaplikasikan dirumah Anda.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan kami.





