Address
Jl. H. Nawawi No.77, Ciater, Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310
Pengertian Batu Andesit
Nama andesit diambil dari pegunungan andes. Ini dikarenakan batu andesit banyak ditemukan di sekitar pegunungan Andes. Batu andesit di pegunungan Andes terbentuk sebagai lava interbeded bersamaan dengan deposit abu vulkanik ash dan tuff di sisi-sisi stratovulcano yang curam.
Batu Andesit atau disebut juga dengan lavastone adalah batu beku yang tersusun atas mineral yang halus fine-grained, serta memiliki kandungan silica yang lebih tinggi dari batu basal dan lebih rendah dari batu rhylolite dan felsite.
Meskipun pembentukan batu andesit juga terjadi di bawah permukaan bumi, umumnya batu andesit terbentuk di permukaan bumi sebagai akibat letusan gunung merapi. Karena itu para ahli mengklasifikasikannya ke dalam bagian batu beku ekstrusif.
Proses Pembentukan Batu Andesit
Proses pembentukan batu andesit secara letusan (vulkanologi) agak mirip dengan proses pembentukan batu diorit. Batu andesit biasanya ditemukan dalam aliran lava yang dihasilkan stratovulkano. Lava yang naik ke permukaan bumi akan mengalami proses pendinginan dengan sangat cepat, karena itu tekstur batu andesit sangat halus.
Ada banyak situasi yang mendorong terbentuknya batu andesit. Salah satuanya adalah terbentuk setelah proses melting (pelelehan/pencairan) lempeng samudra akibat subduksi. Subduksi yang menyebabkan pelelehan itu merupakan sumber magma yang naik dan membeku menjadi batu andesit. Karena itu biasanya batu andesit terletak diatas zona subdiksi yang jadi batu umum penyusun kerak benua.
Selain karena subdiksi, batu andesit juga bisa terbentuk jauh dari zona subdiksi. Misalnya, batu andesit juga bisa terbentuk pada ocean ridges dan oceanic hotspot yang dihasilkan dari pelelehan sebagian (partial melting) batu basalt. Batu andesit juga bisa terbentuk saat terjadi letusan pada struktur dalam lempeng benua yang menyebabkan magma yang meleleh keluar menuju kerak benua (lava) bercampur dengan magma benua.
Manfaat batu Andesit
Batu andesit umumnya digunakan untuk sektor konstruksi dan dipotong jadi dimension stone untuk berbagai keperluan.
1. Sektor konstruksi
Batu andesit banyak dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti jembatan, jalan raya, irigasi, landasan terbang, pelabuhan serta gedung-gedung dan lainnya. Biasanya batu andesit yang digunakan untuk keperluan infrastruktur ini sudah berbentuk agregat dari pertambangan. Batu andesit banyak digunakan karena memiliki daya tahan yang kuat terhadap berbagai cuaca dan tahan lama.
Tidak semua batu andesit lolos uji sebagai bahan dasar konstruksi/pembangunan. Batu andesit yang bisa digunakan untuk fungsi ini harus melewati serangkaaian tes berupa uji kuat tarik, kuat tekan, kuat geser, desnsitas, berat jenis dan lain-lain. Hasil tes ini akan memperlihatkan elastisitas batu dan sifat fisika lainnya. Sehingga bisa bisa disortis batu mana yang bisa digunakan.
2. Sebagai dimension stone
Karena tidak semua batu andesit dari pertambangan bisa digunakan untuk konstruksi, batu andesit juga dipotong menjadi ukuran tertentu, dipahat, diamplash kemudian dipoles agar bisa dimanfaatkan untuk tujuan tertentu. Potongan-potongan ini yang disebut dimension stone. Dimension stone umumnya dimanfaatkan untuk keperluan estetika. Seperti ornamen-ornamen pada dinding, lantai atau dekorasi lainnya.
Selain itu Dimension Stone dari batu andesit juga digunakan untuk memproduksi berbagai macam kerajinan tangan. Misalnya pusat kerajinan di Majalengka dan Cirebon yang menggunakan dimension stone dari batu andesit sebagai bahan bakunya.





