Address
Jl. H. Nawawi No.77, Ciater, Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310
Dalam membedakan jenis granit dengan keramik pada dasarnya Anda harus mengetahui karakteristik, cara pembuatan dan penampilan fisik material tersebut.
Karena dengan begitu Anda dapat membedakan dan mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis material yang akan Anda pilih.
Perbedaan Berdasarkan Tampilan Fisik
Anda dapat membandingkan perbedaan granit dan keramik dengan cara memperhatikan penampilan warna fisik dan sifat-sifatnya.
1. Kecerahan Warna
Jika Anda perhatikan, maka setiap jenis keramik atau granit memiliki warna cerah yang beraneka ragam dan hampir menyerupai satu dengan yang lainnya. Perlu Anda ketahui, tingkat kecerahan warna tersebut menandakan daya penyerapan air oleh pori-pori yang dimiliki material tersebut. Untuk jenis keramik dengan berwarna yang hampir menyerupai granit mempunyai tingkat penyerapan air lebih besar. Daripada jenis granit yang memiliki tingkat penyerapan air lebih sedikit. Hal tersebut dikarenakan granit memiliki pori-pori lebih kecil dan kepadatan lebih tinggi dari pada keramik.
2. Window Frame
Anda juga dapat menggetahui perbedaan granit dan keramik dengan melihat window frame atau garis berwarna putih yang tidak tertutup bahan pewarna disekeliling pinggirnya. Tanda ini muncul akibat proses dari pembuatannya yang memiliki cara yang berbeda. Pada keramik garis tersebut akan terlihat menimpa dan bergelombang. Sedangkan pada granit akan terlihat lebih rata dan presisi.
3. Kerataan Permukaan
Perbedaan granit dan keramik selanjutnya, keramik juga sesungguhnya tidak benar-benar memiliki permukaan yang rata. Permukaan material ini jika diperhatikan dengan sungguh-sungguh akan terlihat sedikit bergelombang. Akibat dari lapisan glaze yang tidak menyebar secara merata. Berbedanya dengan granit adalah pada proses pelapisan glaze dengan cara dipress dan memiliki kepadatan dan tingkat kecerahan yang lebih baik dari pada keramik.
4. Material Pembentuk
Untuk Perbedaan granit dan keramik selanjutnya adalah pada jenis material pembentuknya. Material yang umum digunakan untuk membuat keramik adalah dengan menggunakan material dasar tanah lempung atau tanah silikat. Sedangkan granit dibuat dengan menggunakan material batuan alam yang bersifat intrusif, felsik dan igneus. Material batuan alam tersebut ditambang dan dibentuk dengan proses penekanan dan pembakaran dengan suhu yang tinggi. Hingga terbetuk lembaran-lembaran granit.
Perbedaan Berdasarkan Cara Pembuatan
1. Cara Pembuatan Keramik
Cara pembuatan keramik adalah dengan menggunakan bahan dasar dari tanah liat atau tanah sikat yang dibentuk dengan ukuran tertentu. Lalu dibakar dengan suku tinggi, kemudian keramik yang telah melalui proses pembakaran akan dilapisi dengan bahan pengkilap (glaze) pada permukaannya atasnya. Setelah itu, dibentuk motif agar lebih indah pada permukaan lapisan glaze untuk kemudian dibakar sekali lagi hingga matang. Tujuan dari proses pembakaran dilakukan dua tahap (double fired tile) adalah untuk meningkatkan kekerasan dan kekuatan keramik. Terkadang untuk motif khusus keramik akan di beri tambahan aksesoris yang disebut listello dan inserto untuk menambah nilai estetikanya. Setelah penambahan aksesoris tersebut dilakukan pada permukaan keramik. Tahap selanjutnya perlu dibakar lagi (third fliring tile) supaya bahan tambahan tadi bisa merekat dengan sempurna. Proses pembuatan jenis keramik tertentu memerlukan tahap pembakara hingga sebanyak 4 – 5 kali. Terutama untuk keramik kualitas premium. Semakin banyak keramik tersebut melalui preses pembakaran, semakin indah pula hasilnya sehingga harganya pun semakin mahal.
2. Cara Pembuatan Granit
Sementara itu perbedaan granit dan keramik dari proses pembuatannya adalah granit merupakan batu alami yang terbuat dari magma yang sudah mendingin. Dan terbetuk dibawah tekanan ekstrim selama bertahun-tahun. Granit sendiri adalah suatu jenis batuan yang diperoleh dari hasil tambang. Tekstur dari granit kebanyakan memiliki corak batuan, keras dan kuat. Oleh karena itu granit banyak digunakan sebagai batuan konstruksi dan lapisan lantai bangunan. Kepadatan rata-rata granit adalah 2,75 gr/cm³, material granit memiliki sifat kedap air, kaku (rigid), non-higroskopis. Serta memiliki koefisien ekspansi termal yang sangat rendah. Jenis lantai granit berdasarkan penemuan sejarah dapat dibilang salah satu material bangunan tertua yang telah ditemukan. Karena lantai granit sudah dipakai sejak beratus-ratus tahun yang lalu oleh peradapan manusia dibumi ini. Karena tekstur lantai granit yang kuat, anti gores, anti noda dan anti slip, lantai granit. Sering diaplikasikan pada area-area tempat umum seperti di lobi gedung, teras, dan rumah.





